27 Maret 2014

Berkhidmat kepada sesama




SETETES PENGKHIDMATAN UNTUK MATA DI KALBAR  

Mata adalah jendela dunia. Melalui mata, kita dapat menikmati indahnya semesta. Melalui keduanya, kita dapat menjalankan aktifitas sehari-hari dengan leluasa. Untuk mengkaji Al Qur'an, membaca buku, belajar, bekerja dan sebagainya. Adapun gangguan pada mata akan mengakibatkan terganggunya pula berbagai kegiatan dalam kehidupan. Para pelajar sulit berkonsentrasi jika tidak dapat melihat tulisan dipapan tulis dengan jelas. Demikian pula dengan para pekerja, ibu rumah tangga maupun para manula, ketika penglihatannya terganggu maka terganggu pula aktifitas mereka. Namun demikian, dikarenakan berbagai macam faktor, masih banyak masyarakat kita yang kurang memperdulikan kualitas penglihatan mereka. Mereka cenderung mengabaikan gangguan-gangguan yang dialami oleh mata. 


Diantara gangguan penglihatan yang umum terjadi adalah rabun jauh (myopi), rabun dekat (hypermyopi) dan mata tua (presbyopi). Rabun jauh terjadi karena sistem optik yang sangat kuat pembiasannya, sehingga fokus bayangan benda yang dilihat akan jatuh didepan retina. Dengan demikian mata tidak mampu melihat objek yang relative jauh dengan jelas. Rabun jauh dapat diatasi dengan penggunaan kaca mata lensa cekung (kacamata minus). Sebaliknya, pada penderita hypermyopi, bayangan benda yang dilihat jatuh dibelakang retina, dikarenakan lemahnya sistem optic dan lensa mata terlalu pipih. Hal ini mengakibatkan para penderita rabun dekat tidak mampu melihat dengan jelas benda dalam jarak dekat. Hypermetropi dapat diatasi dengan memakai kaca mata lensa cembung (kacamata plus).  Sementara itu, presbyopi merupakan istilah yang digunakan bagi orang-orang berusia diatas 40 tahun yang mengalami penurunan elastisitas lensa. Penderita presbyopi tidak dapat melihat dengan jelas benda jarak dekat maupun jauh. Cara mengatasi presbyopi adalah dengan memakai kacamata berlensa rangkap, yaitu bagian atas berlensa cekung (negatif) dan bagian bawah berlensa cembung (positif).


 Dalam rangka membantu masyarakat yang mengalami gangguan mata, Humanity First Indonesia, yang salah satu tujuan pendiriannya adalah untuk menguatkan kapasitas kemampuan masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri, melaksanakan pengkhidmatan perdananya diwilayah Kalimantan Barat. Bertempat di Desa Balai Harapan (Balaigana), Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Humanity First Indonesia Tim Kalbar menggelar pemeriksaan mata standar optik dan pembagian kaca mata gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, juga pangkas rambut cuma-cuma bagi kaum bapak didaerah ini. Dilaksanakan pada hari Sabtu dan minggu tanggal 13-14 April 2013 yang lalu, Bakti Sosial ini melibatkan dan terwujud berkat kerjasama dari berbagai pihak.


Pada kesempatan tersebut, tiga orang praktisi optik yang merupakan sukarelawan HF bersiap disebuah ruangan berdinding kayu berukuran 3x6 meter yang berlantaikan semen, disamping rumah kepala desa. Lengkap dengan deretan kursi kayu dan plastik, sebuah meja panjang tempat meletakkan kaca mata untuk memeriksa dan berbagai sampel frame kaca mata, serta dua buah tempelan didinding yang berisi huruf-huruf berbagai ukuran untuk menentukan sejauh mana kualitas penglihatan peserta. Dibagian depan ruangan, dua orang ahli pangkas rambut juga bersiap dengan alat cukurnya. Ditandai dengan sebuah spanduk bertuliskan 'Humanity First Indonesia, Mengkhidmati Kemanusiaan', dan tempelan kertas-kertas putih berlaminating berisi profil HF, ruangan tersebut disulap menjadi sebuah posko pengkhidmatan. 


Tepat pada pukul 9 pagi, satu persatu masyarakat yang sebelumnya telah dibagikan kupon pemeriksaan melalui RT setempat mulai berdatangan. Cuaca cerah cenderung terik tidak menyurutkan semangat mereka untuk melangkahkan kaki ketempat kegiatan berlangsung. Mulanya para warga yang hadir diminta untuk memperlihatkan kupon yang dimiliki, lalu mereka diperiksa matanya dengan menggunakan sebuah alat yang serupa dengan kaca mata namun lebih tebal, dan pada bagian didepannya terdapat rongga tempat lensa yang dapat diganti-ganti. Dalam prosesnya, mereka diminta untuk menyebutkan huruf-huruf yang terpampang dengan jarak dua meter dihadapan mereka, sehingga dapat ditentukan apakah mereka mengalami gangguan atau tidak, jenis serta besarnya gangguan penglihatan yang diderita. Jika dari hasil pemeriksaan ternyata peserta positif mengalami gangguan dan telah diketahui jenis serta besar lensa yang dibutuhkan, mereka kemudian diminta untuk memilih bentuk frame yang diinginkan dan didata secara lengkap. 


Diantara warga yang diperiksa matanya adalah seorang nenek berpawakan mungil namun masih tampak segar dan bersemangat. Ketika sang nenek tengah diperiksa, ada hal menarik yang terjadi. Setiap kali ditanya ‘Huruf apa ini nek?’ dengan menunjuk salah satu huruf yang tersedia, sang nenek hanya menggelengkan kepalanya dan terdiam seribu bahasa. Selidik punya selidik, ternyata sang nenek tidak dapat membaca!. Sang nenek juga tidak dapat mengenali huruf arab dan angka-angka yang diperlihatkan. Akhirnya, untuk mengukur kualitas penglihatan sang nenek, praktisi optic HF meminta sang nenek untuk memasukkan benang kedalam jarum. Pemeriksaanpun dapat berjalan dengan baik.

Selama dua hari pengkhidmatan, Alhamdulillah kegiatan pemeriksaan dapat berlangsung dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Dengan Karunia Allah swt tercatat sebanyak 95 orang warga diperiksa matanya. Adapun yang kemudian membutuhkan bantuan kaca mata dari hasil pemeriksaan, tercatat sebanyak 86 orang dari berbagai usia. Kaca mata dibagikan secara cuma-cuma dua minggu kemudian kepada yang bersangkutan. 



Kenyataan ini semakin menyadarkan kita, bahwa orang-orang dengan gangguan penglihatan mata memang cukup besar jumlahnya. Selain dikarenakan faktor genetis (keturunan), pola makan dan pola hidup juga mempengaruhi hal tersebut. Namun kesemuanya dapat dicegah. Diantara yang dapat dilakukan untuk mencegah rabun jauh adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi yang mendukung kesehatan mata seperti : telur, brokoli, alpukat, wortel dan bayam, serta menghindari kebiasaan buruk seperti membaca dan melihat media visual (TV, computer, gadget) dari jarak dekat secara terus-menerus dengan pencahayaan minim. Sementara untuk presbyopi memang sulit dicegah karena merupakan proses alamiah dari penuaan, namun prosesnya dapat diperlambat dengan menjaga mata dari terpaan sinar matahari langsung, lalu berupaya untuk melihat objek yang dekat secara periodik dan mengkonsumsi makanan bergizi yang mendukung kesehatan mata sebagaimana rabun jauh. 


Sementara itu dibagian pangkas rambut, para pria dari berbagai usia dan kalangan mengantri untuk dicukur rambutnya. Mereka dengan sabar menunggu giliran. Mulai dari balita, anak-anak usia sekolah hingga remaja, bapak-bapak bahkan kakek-kakekpun turut serta. Alat cukur elektrik yang dipegang oleh tangan-tangan pemangkas berkaos HF ini terus bekerja dengan lincah dan terampil diatas kepala-kepala para peserta. Ada yang minta untuk digundul, dicepak atau hanya sekedar dirapihkan, rambut-rambutpun berjatuhan. Hasilnya tercatat sebanyak 91 orang yang dipangkas rambutnya selama dua hari pengkhidmatan.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi, sebagaimana tingginya semangat para pengkhidmat diwilayah ini.  Tetes-tetes hujan mengantarkan peserta terakhir beranjak dari posko. Diikuti hujan deras yang kemudian mengguyur kawasan tersebut. Hujan sangat deras sore itu, sederas doa kami agar Karunia dan Keridhoan Allah Ta’ala tercurah dalam pengkhidmatan ini. Agar setetes pengkhidmatan ini dapat kami lanjutkan dengan tetes-tetes pengkhidmatan berikutnya, amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar