27 Maret 2014

Berkhidmat kepada sesama




SETETES PENGKHIDMATAN UNTUK MATA DI KALBAR  

Mata adalah jendela dunia. Melalui mata, kita dapat menikmati indahnya semesta. Melalui keduanya, kita dapat menjalankan aktifitas sehari-hari dengan leluasa. Untuk mengkaji Al Qur'an, membaca buku, belajar, bekerja dan sebagainya. Adapun gangguan pada mata akan mengakibatkan terganggunya pula berbagai kegiatan dalam kehidupan. Para pelajar sulit berkonsentrasi jika tidak dapat melihat tulisan dipapan tulis dengan jelas. Demikian pula dengan para pekerja, ibu rumah tangga maupun para manula, ketika penglihatannya terganggu maka terganggu pula aktifitas mereka. Namun demikian, dikarenakan berbagai macam faktor, masih banyak masyarakat kita yang kurang memperdulikan kualitas penglihatan mereka. Mereka cenderung mengabaikan gangguan-gangguan yang dialami oleh mata. 

26 Maret 2014

Berbagi Kepada Sesama



DUA RATUS KACA MATA GRATIS
BAGI MASYARAKAT DESA BALAI HARAPAN

Dalam rangka mengkhidmati masyarakat secara umum, Jemaat Ahmadiyah Kalbartim bersama dengan Humanity First Indonesia Cabang Kalimantan Barat menggelar Pemeriksaan mata standar optik dan pemberian 200 kaca mata gratis sebagai alat bantu penglihatan bagi mereka yang membutuhkan. Dilaksanakan disebuah desa bernama Balai Harapan (Balaigana) yang berlokasi di Sintang Kalimantan Barat, pengkhidmatan ini dilakukan dalam dua tahap. Bakti Sosial tahap I dilaksanakan pada bulan April 2013 dan Bakti Sosial tahap II dilaksanakan pada bulan Juni 2013.

17 Maret 2014

Ikhlas

Shalat yang kita dirikan setiap harinya mengandung pesan filosofis kehidupan yang sangat indah. Tatkala seorang hamba berdiri tegak setelah ia bertakbiratul ihram, hal itu menggambarkan filosofi api, berdiri tegak menjulang vertikal, tegas dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Rukuk, menggambarkan filosofi angin yang menghembus lurus horizontal berkekuatan dahsyat mempengaruhi kondisi disekitarnya. Sujud, menandakan filosofi air yang mengalir menuju tempat yang rendah, mengandung maksud agar seorang hamba senantiasa menjaga diri dari sifat sombong dan selalu berhati low profile. Duduk diantara dua sujud menggambarkan filosofi gunung, ia kokoh kuat tak tergoyahkan untuk menjaga bumi agar tidak goncang. Benar-benar shalat mencerminkan sarana seorang hamba untuk bersatu dengan alam, dimana unsur api, angin, air, bumi yang merupakan empat unsur terpenting dalam hidup senantiasa menyertainya.